Surabaya,- Karyawan nasi bebek Adi Pranata W, 21, yang ditemukan gantung diri membusuk di menara masjid Jalan Mastrip Karangpilang Surabaya diduga nekat mengakhiri hidup karena terjerat pinjaman online (pinjol).
“Korban ini diduga terjerat pinjaman online,” ujar Kapolsek Karangpilang Kompol Rahayu Rini, Senin (17/2). Ia menambahkan, korban selama ini tinggal ikut bosnya Sarmiyati di Jalan Kebraon II Gang Mangga. Sebelum menghilang pada 21 Januari 2025 lalu, korban sempat pamitan ke temannya dan dia juga meminta maaf kepada temannya.
“Korban sering pandangan kosong,” sebutnya. Selain pamitan ke temannya korban juga pamit ke bosnya hendak salat isyak di masjid. Kanit Reskrim Polsek Karangpilang Ipda Lutfi mengungkapkan, korban terjerat pinjaman online. Uang digunakan untuk mabuk. “Utangnya di pinjol dan teman-temannya,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria ditemukan gantung diri di menara masjid Al Hidayah Jalan Mastrip, Karangpilang Surabaya, Minggu (16/2). Korban Adi Pranata W, warga asal Lubuk Linggau Sumatera Selatan. Pemuda 21 tahun itu ditemukan sudah membusuk.
Sehari-hari korban bekerja sebagai pegawai warung bebek sederhana milik Sarmiati, 55, di sekitar masjid lokasi ditemukannya korban. Korban diduga sudah meninggal dunia seminggu lebih.
Salah satu saksi Udin, 50, mengatakan mayat korban ditemukan Minggu sekitar pukul 08.00. Awalnya saksi hendak melakukan servis toa yang ada di menara masjid. Sebab sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan. Toa di menara total ada tujuh. Tiga di menara bawah dan empat di menara paling atas.
“Rencana mau ke atas (menara) untuk servis ganti spul Toa. Baru mau naik lihat korban tergantung di tangga dalam menara,” ujarnya di lokasi, Minggu (16/2).
Mengetahui ada orang gantung diri saksi lalu turun dan melapor ke takmir masjid. Laporan lalu diteruskan ke Polsek Karangpilang. “Sebelumnya saya kira bau bangkai tikus biasa,” ucapnya. (ywd)



















