IndonesiaTangguh.com
Hukum

Tolak Sidang Virtual Terdakwa Penipuan Ingin Hadir Dipersidangan

Suasana sidang terdakwa David Handoko

Surabaya (IndonesiaTangguh.com)- David Handoko, Terdakwa kasus penipuan dan atau penggelapan di Pengadilan Negeri Surabaya menolak diperiksa sebagai Terdakwa secara virtual. Dia meminta didatangkan ke ruang sidang agar lebih jelas menyampaikan fakta yang belum tersampaikan.

Kepada Ketua Majelis Hakim, Widarti, dan dua hakim anggota lainnya, Handoko mengatakan alasannya mengapa menolak untuk diperiksa dan dimintai keterangannya.

“Yang mulia, hari ini saya menolak untuk disidangkan. Saya mohon, tolong Yang Mulia, hadirkan saya pada persidangan ini,” ujar David Handoko, Senin (12/4/2021).

“Saya ingin mengungkapkan semuanya Yang Mulia, lanjut terdakwa David Handoko. Dengan tidak dihadirkannya saya di persidangan ini, saya tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada diri saya,” lanjutnya.

Atas permintaan Terdakwa, majelis hakimpun meminta tanggapan Jaksa Winarko dan menurut jaksa dari Kejati Jatim ini menyatakan bahwa ia sudah berkoordinasi dengan pihak Polda Jatim. Namun berhubung situasi saat ini sedang pandemi, maka persidangan hanya bisa dilakukan secara virtual.

Terdakwa David Handoko pun mengajukan tanggapannya atas pernyataan Jaksa Winarko ini. Terdakwa David Handoko kemudian menginformasikan kepada majelis hakim, bahwa minggu lalu ada terdakwa yang saat ini juga sama-sama ditahan di Polda Jatim, namun bisa didatangkan ke pengadilan untuk didengar kesaksiannya.

Pada kesempatan ini, Yudi Wibowo Sukinto ikut bereaksi dan langsung melayangkan kritik pedas kepada jaksa. Dengan tegas Yudi mengatakan bahwa ada indikasi jika jaksa nampaknya sengaja tidak mau menghadirkan terdakwa David Handoko.

“Jika jaksa tetap tidak mau menghadirkan terdakwa dan memaksa supaya perkara ini disidangkan secara virtual, berarti ada apa-apa dengan jaksa,” pungkas Yudi.

Namun Jaksa Winarko menolak anggapan Yudi Wibowo ini. Jaksa Winarko kemudian menjelaskan, bahwa pihak Polda Jatim berpesan jangan sampai ada yang terpapar Covid 19 jika terdakwa David Handoko harus dihadirkan dimuka persidangan secara offline.

“Kita tidak tahu, siapa yang membawa virus ini. Jangan sampai terdakwa yang membawa virus ini, atau malah terdakwa yang akan terpapar virus ini,” jelas Winarko.

Usai mendengar penjelasan Jaksa Winarko ini, majelis hakim kemudian berdiskusi sejenak.

Hakim I Ketut Suarta, hakim anggota kemudian mempertanyakan sikap jaksa yang tidak menginformasikan ke majelis hakim, bagaimana hasil koordinasinya dengan pihak Polda Jatim, terkait ijin untuk terdakwa David Handoko, untuk mengikuti persidangan.

“Kami sudah berdiskusi, agar penuntut umum memberi informasi kepada majelis, tentang bagaimana hasil koordinasinya dengan pihak Polda Jatim,” ujar hakim Ketut Suarta.

Jaksa, lanjut hakim Ketut Suarta, juga harus menerangkan alasannya, mengapa terdakwa tidak bisa dihadirkan atau membawa ke persidangan secara offline.

Apabila jaksa sudah berkoordinasi dengan pihak polda, lanjut Ketut Suarta, majelis minta surat koordinasi itu dilampirkan, supaya majelis tahu kewenangan dari polda mengapa tidak memberikan ijin membawa terdakwa ke persidangan offline.

Hakim Widarti juga mengatakan, majelis hakim yang memeriksa perkara ini menginginkan semuanya transparan. Kepada terdakwa David Handoko hakim Widarti juga berpesan agar terdakwa tunduk dan patuh atas putusan yang diambil majelis hakim nantinya, jika surat koordinasi jaksa dengan pihak polda sudah dilaporkan jaksa kepada majelis hakim.

Ditemui usai persidangan, Yudi Wibowo Sukinto, mengatakan bahwa benar pada persidangan minggu lalu, ada terdakwa yang saat ini juga ditahan di Polda Jatim, bisa dihadirkan ke muka persidangan.

“Temannya David Handoko ada dua orang, saat ini juga ditahan di Polda Jatim namun bisa dihadirkan ke persidangan. Kalau dia bisa, mengapa saya tidak bisa,” ujar Yudi Wibowo menirukan penuturan David Handoko. ( *)

Related posts

Dibongkar Bea Cukai – Polres Tanjung Perak Bongkar Paket Sabu Sebesat 6,5 Kilogram dari Malaysia Tujuan Sampang Madura

tri

Penerapan New Normal Life, Subdit Kamsel Polda Jatim Gencar Berbagi Sembako dan Masker

redaksi

Bahayakan Keselamatan Masyarakat Polisi Hentikan Kegiatan KAMI

redaksi