Petugas Siber Polda Jatim Tahan 4 Pelaku Ujaran Kebencian Menkopolhukam

oleh -55 views

SURABAYA (IndonesiaTangguh.com) – Terkait Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menahan 4 orang anggota Front Pembela Islam (FPI) yang menyebar konten ujaran kebencian dan ancaman akan menggorok Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia, Mohammad Mahfud MD.

Pelaku dijerat UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan  atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi Elektronik.

Sementara ancaman hukuman 10 tahun terkait pasal 14 ayat (1) UU No 1 tahun 1946 tentang  peraturan hukum pidana : barang siapa dengan  menyiarkan berita atau  pemberitahuan  bohong dengan sengaja menerbitkan  keonaran  di kalangan rakyat dihukum  dengan hukuman penjara setinggi tingginya 10 tahun.

Penahanan empat tersangka itu berdasar Laporan A (temuan dari penyelidik) tanggal 11 Desember 2020 dan Laporan model B dari pelapor bernama Dr. Duke Arie Widagdo tanggal 3 Desember 2020.

Berdasar laporan model A ada tiga yang diamankan adalah Abdul Hakam, Moch Sirojuddin, dan Samsul Hadi. Sedangkan laporan model B atas nama Muchammad Nawawi (Gus Nawawi). Di mana empat orang tersangka ini semua berasal dari Pasuruan.

“Atas dasar ini kami melakukan penyelidikan dan kita bisa lihat ada empat tersangka yang kita amankan dan kita lakukan penahanan,” kata Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan – Kabid Humas Kombes Trunoyudo didampingi Kasubdit Siber AKBP Wildan, Minggu (13/12/2020).

Kasus ini, lanjut Kombes Gidion-sapaan akrabnya,  telah memenuhi unsur dari Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 45 ayat 4 dan/atau Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 dan/atau Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang  Barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat,dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun penjara.

Dalam kasus ini, ada akun Youtube bernama Amazing Pasuruan memposting video berkonten ujaran kebencian dan pengancaman yang diposting oleh tersangkan Gus Nawawi pada 9 November 2020.

“Serangkaian kasus itu, bahwa konten beredar di grup WA (Whatsapp) ada tiga grup. Salah satunya Front Pembela IB HRS,” ujar Kombes Gidion.

Dari situ kemudian tertangkap tiga orang tersangka bernama Moch Sirojjudin, Abdul Hakam, dan Samsul Hadi.

Gidion mengatakan, empat orang tersangka ini diamankan karena dengan sadar mengetahui konten tersebut melanggar UU namun tetap dilakukan.

“Konten ini menjadi triger terjadi kejadian lain karena menimbulkan semangat dari simpatisan lain untuk berbuat hal negatif. Salah satunya adalah kejadian di Pamekasan itu (penggerudukan rumah orang tua Mahfud MD),” jelasnya.

Dalam konten itu, bahwa ada unsur pengancaman akan menggorok Mahfud MD kalau pulang ke Jatim.

Motifnya berdasar pengakuan tersangka karena memang termasuk dalam organisasi FPI. “Namun apakah ada instruksi dari Jakarta atau tidak ini masih kita dalami,” pungkasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah beberapa unit smartphone serta beberapa gambar tangkapan layar konten yang disebar melalui grup WA Front Pembela IB HRS dan konten Youtube Amazing Pasuruan. (*)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.