IndonesiaTangguh.com
Hukum

Terbukti Bersalah, Christian Halim Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Terdakwa Christian Halim saat mengikuti sidang pembacaan putusan

Surabaya (IndonesiaTangguh.com)- Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, menyatakan terdakwa dugaan perkara penipuan pembangunan infrastruktur penunjang tambang, Christian Halim, terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman pidana 2 tahun dan 6 bulan penjara.

Berkas putusan dibacakan secara bergantian oleh majelis hakim yang diketuai Ni Made Purnami, di ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (22/4/2021).

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan sikap terdakwa yang berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya, sebagai pertimbangan yang memberatkan. Selain itu, perbuatan terdakwa juga dinilai telah merugikan pihak lain.

Sementara status terdakwa yang belum pernah ditahan, dijadikan pertimbangan yang meringankan dalam menjatuhkan vonis.

“Mengadili, menyatakan semua unsur pidana terpenuhi. Menyatakan terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah sesuai dakwaan primer Jaksa Penuntut Umum. Menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan penjara. Memerintahkan terdakwa tetap ditahan,” ujar hakim Ni Made saat membacakan amar putusannya.

Kendati vonis tersebut sesuai dengan tuntutan yang diajukan jaksa (cnform), namun JPU Novan B Arianto dari Kejaksaan Tinggi Jatim, langsung menyatakan banding.

“Kita JPU menyatakan banding, Yang Mulia,” ujar jaksa Novan menjawab pertanyaan hakim.

Sedangkan, tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa menyatakan pikir-pikir. “Kita pikir-pikir,” kata Jaka Maulana, salah satu anggota tim PH terdakwa.

Dikonfirmasi usai sidang, jaksa Novan mengatakan bahwa vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa Christian Halim tersebut sudah memenuhi unsur keadilan. Penerapan pasal pun sudah sesuai dakwaan mereka.

“Kendati demikian, kita menyatakan banding karena masa penahanan terdakwa habis dalam hitungan beberapa hari kedepan. Masa penahanannya bakal habis pada 24 April 2021 ini. Agar tidak ada cela untuk terdakwa lepas, kita harus menyatakan banding. Dan, kita akan melaporkan hal ini kepada pimpinan,” ujar jaksa Novan.

Sedangkan pengacara Jaka Maulana mengatakan bahwa vonis tersebut merupakan uraian dari materi yang ada dalam tuntutan JPU.

“Majelis hakim tidak mempertimbangkan keseluruhan fakta-fakta yang terungkap dalam sidang. Kita akan banding, meskipun tadi kita menyampaikan masih pikir-pikir. Dan laporan terhadap majelis hakim kepada KY, saat ini masih tetap berjalan,” ujar Jaka. (*)

Related posts

Ditangkap Siber Polda Jatim, Warga Sumsel dan Banten Meretas Wibsite KPU Kabupaten Jember Jawa Timur

tri

Mantan Istri Laporkan Pengusaha Minyak Kayu Putih ke Polda Jatim

redaksi

Diamankan, Puluhan Oknum PSHT Lakukan Aksi Penganiayaan dan Perusakan di Dua Desa di Situbondo

tri