Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatm Tangkap Komplotan Hacker

oleh -89 views

SURABAYA (IndonesiaTangguh.com) –  Subdit SIber Ditrreskrimsus Polda Jatim ungkap tindak pidana mengakses komputer/sistem elektronik milik orang lain dengan cara appaun (ilegal akses/hacker) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 Ayat (2) Jo Pasal 46 Ayat (2) dan Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 55, 56 KUHP.

Kasus itu berlangsung di Surabaya Jawa Timur pada April 2021 dan  melibatkan tersangka berinisial HTS (Bekasi); AD (Cilacap-Jateng);  RH (Pasuruan-Jatim) dan  RS (Solo-Jateng).

Kabid Humas Polda Jatim Kobes Gatot Repli Handoko didampingi Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendi dan Kasubdit Siber  AKBP Wildan , Senin (7/6/2021) mengatakan,  modus operandi tersangka HTS sebagai koordinator dari para tersangka lainnya, memiliki peran menampung semua data yang dapat digunakan sebagai sarana melakukan perbuatan ilegal akses.

Diantaranya yaitu menampung, dengan cara membeli Akun Paxful (berisi data milik orang lain) dari tersangka RS untuk dikirimkan kepada tersangka AD sebagai eksekutor (pengolah data). Lalu mengirimkan Data Credit card (Data CC) milik orang lain kepada tersangka AD dan data email result yang berisi Akun Amazon didalamnya untuk diolah oleh tersangka  AD menjadi suatu produk yang dapat diuangkan.

Menjual Voucher Indodax yang diperoleh dari hasil ilegal akses kepada tersangka RH dan Menerima Akun Venmo (berisi data milik orang lain) yang berhasil diolah tersangka AD untuk dapat dijadikan suatu produk berupa Voucher Indodax yang dapat dikonversikan menjadi mata uang digital (Bitcoin).

Tersangka AD sebagai eksekutor yang mengolah berbagai data yang dikirimkan dari tersangka HTS untuk menjadi suatu produk yang dapat diuangkan sebagai  menerima data Akun Paxful dan data email result yang berisikan Data Credit Card (Data CC) milik orang lain dari tersangka HTS.

Mengolah semua data yang diperoleh dari tersangka HTS untuk dijadikan suatu produk seperti Voucher Indodax yang kemudian dikirimkan lagi kepada tersangka HTS untuk diuangkan dan dibagi hasilnya secara merata.

Tersangka RH adalah selaku pengumpul data, memiliki peran mencari Data Credit Card (Data CC) untuk dikirimkan kepada tersangka HTS dan juga sebagai penadah barang hasil ilegal akses. Perannya mencari kemudian mengirimkan Data Credit Card (Data CC) yang diperoleh kepada tersangka HTS selaku koordinator untuk diolah oleh eksekutor guna dijadikan suatu produk untuk dikonversikan menjadi uang digital maupun mata uang konvensional;

Membeli suatu poroduk berupa Voucher Indodax dari tersangka HTS yang diperoleh dari hasil ilegal akses.

Sedang tersangka RS memiliki peran sebagai penyedia Akun Paxful (data milik orang lain) yaitu suatu marketplace/E-Wallet berfungsi sebagai wadah untuk membeli, menjual, dan menyimpan berbagai mata uang kripto/mata uang digital (Bitcoin) yang dikirmkan kepada tersangka HTS, melakukan perbuatan ilegal akses berupa  Mencari data milik orang lain sebagai bahan untuk membuat Akun Paxful yang kemudian ia jual kepada tersangka HTS dan  Membuat/memverifikasi setiap Akun Paxful yang menggunakan data milik orang lain untuk dijual/dikirimkan kepada tersangka HTS.

Kronologis Kejadian sekira bulan April 2021 Anggota Unit III Subdit V/Siber Direskrimsus Polda Jatim melakukan cyber patrol dan menemukan sebuah akun Facebook milik tersangka HTS yang telah memposting suatu penawaran/penjualan data berupa  Data akun Bank of America (BOA) milik WNA;  Data E-Mail result yang berisikan Data Credit Card (Data CC) milik orang lain; Data akun marketplace (Venmo, Paxful, Indodax) dan  Menjual/menyediakan Voucher Indodax untuk transaksi mata uang Kripto.

Pada tanggal 19 April 2021 tersangka HTS selaku pemilik akun Facebook “TSB” berhasil diamankan oleh petugas Kepolisian dari Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim pada saat sedang berada di Terminal 1 Domestik Keberangkatan Bandara Juanda Surabaya.

Selanjutnya tersangka beserta barang buktinya di bawa ke kantor Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim guna dilakukan pemeriksaan awal. Dan didasarkan hasil pemeriksaan tersebut tersangka HTS serta dihubungkan dengan barang bukti yang ada, dilakukan pengembangan sehingga petugas menangkap tersangka AD selaku eksekutor di Kab. Cilacap Jawa Tengah.

Selain itu,  proses penyidikan terhadap tersangka HTS serta didukung barang bukti yang ada diperoleh petunjuk yang mengarah kepada tersangka lainnya yaitu tersangka RH yang diamankan oleh petugas di Kab. Pasuruan.

Pemeriksaan terhadap tersangka HTS juga mengarah kepada tersangka lainnya yang memiliki peran sebagai penyedia Akun Paxful (berisi data milik orang lain) yaitu tersangka RS yang selanjutnya oleh petugas mengamankan tersangka RS di Kota Solo Jateng.

Berdasarkan hasil penyidikan diperoleh fakta tersangka RS selaku penyedia Akun Paxful yang menggunakan data milik orang lain tersebut telah menjual seharga Rp 200.000,- (dua ratus ribu rupiah)/akun dan mengirimkannya kepada tersangka HTS.

Terhadap tersangka RH selain berperan sebagai penyedia Data Credit Card (Data CC) miik orang lain yang dikirimkan kepada tersangka HTS, juga sebagai pembeli/penadah barang hasil ilegal Akses dari tersangka HTS.

Tersangka HTS sebagai koordinator dalam hal ini telah menampung seluruh data yang diperoleh dari tersangka RS, tersangka RH, dan tersangka lainnya yang berperan sebagai penyedia data akun da data email serta Data CC milik orang lain yang selanjutnya oleh tersangka HTS dikirimkan kepada tersangka AD selaku eksekutor untuk diolah menjadi suatu produk yang dapat menghasilkan/diuangkan.

Sedangkan tersangka AD selaku eksekutor dalam hal ini berperan mengolah seluruh data yang dikirim dari tersangka HTS untuk dijadikan kode Voucher Indodax yang dapat digunakan dan dikonversikan menjadi mata uang Kripto (mata uang digital, contohnya Bitcoin).

Hl ini masih ada beberapa tersangka lainnya yang terlibat dalam rangkaian perbuatan melawan hukum yaitu ilegal akses tersebut dan sedang dalam penyelidikan oleh petugas Kepolisian dari Subdit V/Siber ditreskrimsus Polda Jatim.

Dalam perbuatan yang dilakukan para tersangka tersebut yaitu menyediakan data yang digunakan untuk membuat Akun Paxful adalah data milik orang lain.

Begitu juga dengan Data Credit Card (Data CC) dan Akun Venmo yang termuat di dalam email result tersebut adalah data milik orang lain.

Data akun layana perbankan Bank of America yang digunaka sebagai sarana untuk mengkonversi mata uang Kripto seperti Bitcoin dalam Akun Paxful adalah milik orang lain.

Rangkaian perbuatan Tindak Pidana ITE para tersangka yaitu ilegal akses dalam hal proses pembuatan/verifikasi Akun Paxful dan juga pengolahan Akun Paxful dengan menggunakan Data Credit Card (Data CC) serta data Akun Venmo yang dilakukan tersangka dengan cara mengakses sistem elektronika secara tanpa hak dan melawan hukum karena para tersangka tidak memiliki hak atas data milik orang lain yang saling dikirimkan dan selanjutnya mereka salahgunakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka HTS adalah  2 (dua) unit HP Android;  unit laptop Asus ROG dan  Akun Facebook.

Disita dari tersangka AD yakni  2 (dua) unit HP Android;  unit laptop  dan  Akun Fracebook. Disita dari tersangka RH berupa  unit iPhone dan  Akun Facebook.

Disita dari tersangka RS adalah  HP Android dan  Akun Facebook.

Atas perbuatannya, komplotan tersangka itu dijerat pasal UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika Pasal 30 Ayat (2) Jo Pasal 46 Ayat (2) dan Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat (2) dan  Pasal 480 KUHP dan/atau pasal 55, 56 KUHP. (redaksi)

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.