Subdit Jatanras Polda Jatim Berhasil Bongkar Investasi Bodong Pengadaan Alat Kesehatan

oleh -89 views

Surabaya (IndonesiaTngguh.com) – Unit I Subdit 1/Jatanras Ditresknmum Polda Jatim yang dikoandani oleh AKBP Lintar Mahardhono berhasil ungkap kasus tindak pidana penipuan investasi fiktif (bodong) pengadaan alat kesehatan dengan kerugian sekitar Rp 30 milyar.

Kasus itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan Pasal 3, 4, 5, 6 Jo Pasai 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko didampingi Kasubdit Jatanras AKBP Lintar Mahardhono, Selasa (26/1/2022) mengatakan,  tindak pidana penipuan investasi fiktif pengadaan alat kesehatan (alkes), dengan menjanjikan keuntungan beserta modal kembali ke pemodal, namun setelah uang modal diserahkan, pemodal tidak mendapatkan keuntungan beserta modal yang dijanjikan tersebut tidak bisa ditarik kembali.

Aksi kejahatan penipuan tersebut berlangsung diantaranya di Kota Surabaya.  Kasus ini melibatkan tersangka berinisial TNA (36) wanita warga Surabaya ini tersangka yang melakukan penipuan investasi alat kesehatan (alkes)

 

Modus Operandi tersangka TNA mengatakan kepada para korban, bahwa dirinya mengelola bisnis investasi pengadaan alat kesehatan (alkes) di beberapa rumah sakit sejak pertengahan tahun 2020 dengan cara Tersangka TNA membuat SPK (surat perintah kerja) fiktif, yang dibuat sendiri oleh tersangka yang berisi nama rumah sakit, item alkes yang akan dibeli, serta harga jual dan harga beli. Tersangka TNA mengajak para korban dengan menjanjikan uang bagi hasil sebesar 400  prosen dari keuntungan beserta uang modal kembali kepada pemodal, yang cair dalam jangka waktu 14-17 hari setelah pemodal mentransfer uang ke rekening Tersangka TNA.

Setelah berjalan beberapa bulan, pada November 2021, tersangka TNA tidak bisa mengembalikan modal milik para pemodal seperti yang dijanjikan. Total kerugian berdasarkan Laporan Polisi yang dilaporkan kepada penyidik kurang lebih senilai Rp 30 milyar dan bersifat dinamis.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa HP,  Laptop, Rekening BCA Xpresi atas nama tersangka TNA Norek 08812796XX beserta ATM, Rekeking BCA atas nama tersangka TNA Norek 62650958XX, buku beserta ATM, Surat Perintah Kerja (SPK), Surat perjanjian usaha pemodal.

Selain itu, bukti lain adalah transfer dari korban ke rekening BCA atas nama tersangka TNA, mutasi rekening BCA Norek 08812796XX atas nama TNA, Mutasi rekening BCA Norek 62650958XX aatas nama tersangka TNA, dan Chat percakapan WA antara korban dengan Tersangka TNA.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 3, 4, 5, 6 Jo Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.