Satu Tewas, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Tangkap Komplotan Pencuri Kabel Dalam Tanah Milik PT Telkom

oleh -57 views

SURABAYA (IndonesiaTangguh.com) – Subdit Ill/Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim yang dikomandani AKBP Lintar Mahardono berhasil ungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan kabel dalam tanah milik PT Telkom sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP.  Aksi ini terjadi 11 Januari 2022 sekira pukul 00.30 WIB di Kabupaten Sidoarjo.

Kasus itu melibatkan tersangka berinisial YMS (33) warga  ASR Denzipur Kel. Cijantung Kec. Pasar Rebo Jakarta Timur, berperan mengamankan dan menjaga keadaan sekitar saat tersangka lain melakukan pencurian.

Tersangka OH (38) Paspampres Kel. Bojong Nangka Kec. Gunung Putri Kab. Bogor. Tersangka ini berperan sebgai pengatur arus lalu lintas saat tersangka tersangka lain melakukan pencurian.

Tersangka  HS (28) Negara Jaya Desa Negara Jaya Kec. Negeri Besar Kab. Way Kanan Lampung. Tersangka ini memberi aba aba truk saat menarik kabel dari dalam tanah.

Tersangka EB (30) warga  Gumelar Ds. Tiagawera Kec. Banjarnegara Kab. Banjarnegara Jawa Tengah. Ini mengangkut kabel  dari tanah  ke atas truk.

Tersnagka MS (30)  Kampung Babakan Ds. Satria Jaya Kec. Tambun Utara Kab. Bekasi, ini berperan masuk ke lubang (manhole), mengikat  kabel dengan rantai sebelum ditarik  menggunakan truk dan melakukan kabel ke truk.

Tersangka A (25) Purwa Agung Ds. Purwa Agung Kec. Negara Batin Kab. Way Kanan Lampung. Berperan mengangkut kabel dari tanah ke atas truk.

Tesangka YS (22) meninggal dunia)  warga Purwa Negara Ds. Purwa Negara Kec. Negara Batin Kab. Way Kanan Lampung, ini bersama Tersangka YMS mengawasi situasi dan sebagai sopir kendaraan Avanza warna merah yang menabrakkan ke mobil petugas.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko didampingi Wadir Reskrimum AKBP Ronald A Purba, Selasa (18/1/2022) mengatakan, modus operandi diawali pelaku (Tersangka YMS, dkk) melakukan pencurian kabel PT Telkom yang tertanam dalam tanah tersebut dengan cara masuk melalui lubang (manhule) atau dengan menggali kemudian kabel dililit atau diikat menggunakan rantai dan ditarik menggunakan kendaraan sampai keluar kabelnya dari tanah dan kabel tersebut kemudian dipotong.

Kronologis Kejadian pada hari Selasa 11 Januari 2022 Anggota Subdit Ill Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, dibantu dengan anggota Polsek Tenggilis, mendapat informasi dari masyarakat tentang adannya pencurian kabel Telkom di Bundaran Aloha Kab. Sidoarjo. Kemudian tim melakukan penyelidikan di sekitar Hotel Kemuning  Bypass Juanda, dan diduga kelompok pelaku berkumpul di sekitar wilayah Hotel Kemuning Baypass Juanda menggunakan 2 Mobil.

Sekira pukul 02.30 WIB para pelaku bergerak menuju TKP Bundaran Aloha Kab. Sidoarjo menggunakan mobil Xenia warna silver Nopol 8 1099 NOB besama dengan 2 (dua) kendaraan Truck Nopol S 8649 v warna hyau dan Nopol AE 8987 UX warna ungu, dan kemudian melakukan pencurian kabel Teikom dengan menggunakan rantai yang disangkutkan ke truck Nopol AE 8987 UX warna ungu dan memasukan potongan kabel Telkom ke dalam truck Nopol S 8649 V warna hijau, dan mobil Avanza warna ungu Nopol BE 1126 FF datang dan berhenti dan mengawasi situasi pada saat pelaku melakukan pencurian.

Sekira pukul 03.30 WIB para pelaku akan menaikan alat-alat dan kabel hasil pencurian ke dalam truck, kemudian tim mengamankan para pelaku. Pada saat akan dilakukan penangkapan, pelaku yang menggunakan mobil Avanza warna merah Nopol BE 1126 FF melakukan perlawanan terhadap petugas dengan menabrakkan mobil yang dikendarainya kearah mobil Petugas yang menutup laju kendaraan pelaku.

Petugas yang turun melakukan tembakan peringatan namun pelaku memundurkan kendaraannya dan menancap gas maju dengan membelokkan kendaraan kearah kanan hingga akan menabrak petugas. Akan tetapi, dikarenakan keadaan anggota terancam, petugas melakukan tindakan tegas terukur berupa tembakan hingga mengenai Tersangka YS, dan mengakibatkan Tersangka YS meninggal dunia pada saat dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya.

Barang Bukti yang diamankan  berupa 7 (tujuh) buah alat pemotong kabel berbagai jenis: 3 (tiga) buah linggis, 2 (dua) buah palu, 2 (dua) buah betel, 1 (satu) buah roll meter, 2 (dua) buah gunting, 2 (dua) kunci baut 1 (satu) buah cetok, 1 (satu) buah penjepit kabel,2 (dua) buah rompi orange, 1 (satu) buah lampu senter kedip, 1 (satu) buah traffic cone warna orange, 1 (satu) gulung tali tampar warna kuning, 2 (dua) kendaraan truck Nopol S 8649 V warna hijau dan Nopol AE 8987 UX warna ungu, Oo. 1 (satu) mobil Xenia warna silver Nopol B 1099 NOB, 1 (satu) mobil Avanza warna merah Nopol BE 1126 FF, dan 2 (dua) buah papan pengumuman.

Akibat perbuatannya, komplotan pencuri kabel di dalam tanah itu dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara.

Hasil pengembangan berdasarkan keterangan dari masing-masing tersangka dikaitkan dengan petunjuk dan barang bukti, didapatkan fakta bahwa para tersangka telah melakukan tindak, pidana pencurian dengan pemberatan dengan sasaran kabel dalam tanah milik PT Telkom dengan modus tersebut diatas, dilakukan sudah berulang kali dengan sasaran di beberapa wilayah hukum Polda Jatim dan Polda Jateng. (red)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.