Polresta Banyuwangi Bongkar Kasus Uang Palsu Senilai Rp 3,7 Miliar

oleh -75 views

SURABAYA (IndonesiaTangguh.com) – Polresta Banyuwangi melakukan ungkap peredaran dan rumah produksi uang rupiah palsu (upal)  dengan total nilai Rp 3.700.000.000 di wilayah Banyuwangi dan mengembang ke beberapa Kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

Kasus itu terungkap  di rest area Pom Bensin Kalibaru, Dusun Krajan Tegal Pakis, Desa Kalibaru Banyuwangi, pada Kamis  16 September 2021 sekira pukul 14.00 WIB.

Kaus itu melibatkan 5 tersangka  berinisial ASP alias Pak So (63) warga  Dusun Sugian Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok.

Tesnagla lain adalah berinisial AAP alias Gus Ali  (44) warga Dusun Kepel, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk dan inisial AUW alias Gus Mad (57) warga  Dusun  Mojosari, Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang serta inisial  AS  (37) warga Dusun  Jemblok, Desa Sumo, Kecmatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Tesangka JS (56) warga  Jalan Mulawarman, Desa T Pangeran, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko didampingi Kapolresta Banyuwnagi Kombes Nasrun Pasaribu dan dari  BI Cabang Jawa Timur, Kamis (7/10/2021) mengatakan, masing masng tersangka memiliki peran mengatur peredaran uang palsu sebagai pengedara masiang masin ASP alias Pak So, AAP alias Gus Ali, dan AUW alias Gus Mad.

Sebagai pemodal dalam produksi uang rupiah palsu adalah Tersangka AS dengan mempekerjakan tersangka JS sebagai pencetak uang rupiah palsu.

 

Kronologis Kejadian Pada 16 September 2021 sekira pukul 14.00 Wib, berawal dari Tim Resmob Satreskrim Polresta Banyuwangi menindaklanjuti informasi adanya peredaran uang palsu di rest area Pom Bensin Kalibaru tepatnya di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Kabuaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kemudian Tim Resmob berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti uang palsu rupiah pecahan Rp 100.000 sebanyak 71 lembar senilai Rp 7.100.000.

Menurut pengakuan tersangka ASP alias Pak So, mendapatkan uang palsu tersebut dari tersangka AAP alias Gus Ali yang beralamat di Nganjuk.

Pada Selasa 28 September 2021 sekira pukul 16.00 WIB, berhasil mengamankan tersangka AAP alias Gus Ali dan melakukan penggeledahan di rumahnya serta ditemukan dalam 2 tas ransel uang rupiah palsu sebanyak Rp 1.000.000.000.

Menurut keterangan tersangka AAP alias Gus Ali, uang palsu tersebut diperoleh dari tersangka AUW alias Gus Mad yang beralamatkan di Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Pada 29 September 2021 sekira pukul 01.00 WIB, Tim Resmob berhasil mengamankan tersangka AUW alias Gus Mad dan menggeledah rumah kosnya di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, serta didapatkan uang rupiah palsu pecahan Rp 100.000 sebanyak 300 lembar senilai Rp 30.000.000, dan diperoleh keterangan dari tersangka AUW alias Gus Mad mendapatkan uang palsu tersebut dari Tersangka AS.

Pada  29 September 2021 sekira pukul 11.00 WIB, Tim Resmob berhasil mengamankan Tersangka AS di Jalan Raya Mojokerto, dan melakukan penggeledahan di rumahnya di Dusun Jemblok, Jombang serta ditemukan dalam 1 kardus uang rupiah palsu pecahan Rp 100.000 senilai Rp 2.700.000.000. Menurut keterangan tersangka AS, uang palsu tersebut diperoleh dari tersangka JS di Bojonegeoro.

Pada Rabu  29 September 2021 sekira pukul 22.00 WIB, Tim Resmob berhasil mengamankan tersangka JS di rumahnya di Kanor Kab. Bojonegoro. Kemudian melakukan penggeledahan dan berhasil mengamankan alat dan bahan yang digunakan untuk mencetak uang rupiah palsu .

Kelima tersangka diamankan beserta barang bukti uang rupiah palsu sebanyak 37.371 lembar pecahan Rp 100.000 senilai Rp 3.737.100.000 dan dibawa ke Mapolresta Banyuwangi untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Barang Bukti 37.371 lembar uang rupiah palsu pecahan Rp 100.000 senilai Rp 3.737.100.000, 4  unit laptop warna hitam, unit computer, unit printer Epson, jurigen tinta warna merah 5 (lima) liter, botol tinta merk Diamond Ink warna merah, botol tinta merk Diamond Ink warna hitam, botol tinta merk Diamond Ink warna hijau, botol tinta merk Diamond Ink warna biru, botol tinta merk Diamond Ink warna kuning,  5  kotak alat untuk nyamblon uang palsu, 2  alat untuk potong kertas.

Akibat perbuatanya, tersnagka dijerap pasal  Pasal 36 Ayat (2) Jo Pasal 26 Aya (2) atau Pasal 36 Ayat (3) Jo Pasal 26 Ayat (3) UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.  Setiap orang yang menyimpan secara fisik dengan cara apa pun yang diketahuinya merupakan Rupiah Palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar. (redaksi)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.