IndonesiaTangguh.com
Gaya Hidup Hukum

Masa New Normal Perceraian di Surabaya Kembali Meningkat

Gedung Pengadilan Agama Kelas Satu Surabaya

Surabaya, (indonesiatangguh.com)- Pengadilan Agama Kelas Satu Surabaya mencatat terjadinya kenaikan angka perceraian saat pemerintah mengumumkan perilaku kehidupan new normal. Faktor utama penyebab perceraian antara lain perselisihan rumah tangga hingga faktor ekonomi.

Menurut Panitera Ketua Pengadilan Agama Surabaya Abdus Syakur Widodo, sejak pandemi Covid-19 melanda Kota Surabaya, terjadi grafik penurunan dan kenaikan angka perceraian sejak bulan Maret hingga bulan Juli tahun ini.

Penurunan dratis angka perceraian sempat terjadi pada bulan Maret Hingga Mei 2020, dengan angka penceraian hanya dikisaran 300 sampai 400 perceraian setiap bulan.

Namun, sejak pemerintah mulai menerapkan perilaku hidup normal pada bulan Juni hingga Juli 2020, angka perceraian perlahan meningkat hingga dua kali lipat dengan angka per bulan lebih dari 600 perceraian.

“Faktor penyebab perceraian yang umum didaftarkan oleh pasutri adalah perselisihan rumah tangga, masalah tanggung jawab hingga faktor ekonomi,” kata Abdus Syakur Widodo.

Meski secara umum dibandingkan tahun lalu angka perceraian menurun, namun angka tersebut diyakini hanya sementara karena adanya pembatasan pelayanan oleh Pengadilan Agama. (*)

Related posts

Kejari Perak Akan Tindak Tegas Pelanggar Prokes PPKM Darurat

redaksi

Hari Pertama Gelar Operasi Zebra Semeru 2020 Berbagi Bunga dan Coklat Kepada Pengendara

tri

Tuntaskan Kasus ” Fetish Kain Jarik” Polisi Minta Bantuan Ahli Pidana Unair

tri