IndonesiaTangguh.com
Hukum Indonesia

Ketua PWNU Jatim: Sholat Idul Adha dan Sembelih Hewan Kurban Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

SURABAYA (IndonesiaTangguh.com) – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Marzuqi Mustamar, mengimbau kepada para imam dan khatib untuk tidak lama-lama saat mengimami dan memberikan khotbah salat Idul Adha 1441 H tahun 2020. Hal ini wajib dilakukan untuk menghindari sekaligus meminimilisir penyebaran Covid-19 selama salat Idul Adha.

“Kami mohon dengan sangat khotbahnya jangan lama-lama. Maksimal 10 menit. Salatnya nggak harus memakai surat yang panjang. Sehingga kira-kira salatnya seperempat jam,” kata Marzuki kepada wartawan usai acara audiensi ulama khos NU Jatim dengan Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran di Mapolda Jatim, Rabu (29/7/2020).

Selain itu,  Marzuki meminta kepada seluruh umat Islam yang melaksanakan salat Idul Adha baik di masjid atau tanah lapang tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak. Panitia qurban juga diimbau tidak mengundang kerumunan orang saat penyembelihan atau pembagian daging. “Panitia saja yang mengantar ke rumah masing-masing,” lanjutnya.

Untuk mengantisipasi adanya kerumunan saat pembagian daging qurban bagi gelandangan, pengasuh Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Gasek, Malang, tersebut meminta bantuan kepada aparat untuk menertibkan.

“Untuk masjid yang nggak ada Banser atau Linmas nya ada baiknya aparat satu dua bantu ikut membantu menertibkan,” tandasnya.

Sementara terhadap wilayah yang masuk dalam zona merah, diminta untuk tidak memaksakan diri melaksanakan salat Idul Adha.

“Kalau di kawasan itu benar-benar merah, sebaiknya salat di rumah masing-masing. Dan juga dipersilahkan diadakan salat Idul Adha bila di daerah itu berada dalam dalam radius aman. Namun harus diperketat protokol kesehatannya,” pungkasnya. (*)

Related posts

Polres Bangkalan Tangkap 8 Tersangka Pemerkosa Janda Muda

redaksi

Setiap Kampung Tangguh Semeru Terdapat Posko Ketahanan Pangan

tri

Kapolda Jatim Siapkan Brimob Bantu Sosialisasi Bahaya Covid-19

redaksi