Ketua GP Ansor Jatim: “Setelah Dibubarkan, Siap Merangkul Eks Anggota Organisasi FPI”

oleh -59 views

SURABAYA (IndonesiaTangguh.com) –  “ Siap merangkul eks anggota Front Pembela Islam (FPI) setelah organisasi tersebut dibubarkan pemerintah pada Rabu, 30 Desember 2020,” kata Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Syafiq Syauqi alias Gus Syafiq di sela-sela acara Haul Gus Dur ke-11 di kantor Nahdlatul Ulama Jatim di Surabaya pada Rabu malam.

Pihaknya  sangat terbuka lebar dengan siapa pun, apalagi teman-teman FPI yang sebenarnya juga mazhabnya sama, Ahlussunnah wal Jamaah, bahkan (mazhabnya dalam hukum Islam) Syafi’i.

Gus Syafiq menyontohkan keterbukaan Ansor dengan satu peristiwa bergabungnya beberapa anggota FPI ke Barisan Serbaguna Ansor (Banser) di Sampang, Madura, beberapa bulan lalu, setelah insiden pengadangan Ma’ruf Amin. “Maka saya kira kita bisa bersama-sama, bergandengan tangan, membangun negeri ini,” ujarnya dilansir viva.

Pemerintah telah resmi membubarkan organisasi massa (ormas) Front Pembela Islam (FPI). Pembubaran itu berdasarkan keputusan bersama pejabat tinggi negara. Hal ini disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD di kantornya, Rabu, 30 Desember 2020.

Dalam penjelasannya, Mahfud menegaskan jika FPI dilarang melakukan segala bentuk aktivitas di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej, mengatakan keputusan pemerintah ini dilakukan setelah melalui berbagai pertimbangan. Salah satunya, ditemukan 35 orang anggota FPI terlibat tindak pidana terorisme.

“Berdasarkan data sebanyak 35 orang terlibat tindak pidana terorisme dan 29 orang telah dijatuhi pidana. Di samping itu 206 orang melakukan tindak pidana umum, dan 100 di antaranya telah dijatuhi pidana,” ujar Edward.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah juga mendapatkan laporan adanya tindakan pelanggaran hukum lainnya seperti melakukan razia atau sweeping di tengah masyarakat.

“Menurut penilaian terjadi pelanggaran ketentuan hukum, seperti pengurus dan anggota kerap kali melakukan razia atau sweeping di tengah masyarakat yang mana itu tugas aparat penegak hukum,” ucapnya.

Dengan beberapa alasan tersebut, kata dia, pemerintah melalui beberapa kementerian dan lembaga memutuskan untuk menghentikan kegiatan FPI.

“FPI tidak terdaftar organisasi kemasyarakatan sesuai perundangan sesuai dan secara de jure telah bubar,” katanya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.