Kapolrestabes Surabaya: Sopir Truk yang Unjukrasa Sejak Pagi Hingga Sore Berlangsung Kondusif dan Aman

oleh -59 views

Surabaya (IndonesiaTangguh.com) –  Ratusan truk massa unjukrasa (demo) sopir terkait pembatasan truk over dimension over loading (ODOL) di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Jalan Frontage A Yani, Surabaya telah membubarkan diri, sekitar pukul 18.00 WIB, Selasa (22/2/2022).

Kapolrestabes Surabaya Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, unjukrasa yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu, berlangsung kondusif dan aman.

 

Meksipun ribuan massa aksi tersebut datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Tanggerang, Bekasi, Bali, dan wilayah Jatim dan Jateng itu.

 

Hingga proses pembubaran blokade dua ruas jalan yang dilakukan para pendemo tersebut, terjadi. “Tidak ada gejolak dari massa yang bersifat merugikan,” ujarnya.

 

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Surabaya yang telah terganggu aktivitas lalu lintasnya karena sempat terjadi pengalihan dari Selatan masuk ke Kota Surabaya,” lanjutnya.

 

Upaya penyampaian aspirasi dari massa sopir truk ternyata tidak berhenti di hari ini. Kabarnya, Rabu (23/2/2022) besok, massa aksi masih ingin melanjutkan proses penyampaian aspirasi terkait, penolakan UU No 22 Tahun 2009 yang mengatur tentang penindakan ODOL.

 

Namun, kata  Kombes A Yusep, format penyampaian aspirasi tersebut berlangsung dalam format lain. Yakni, tidak akan ada pengerahan kendaraan truk dalam skala besar seperti yang terjadi hari ini, Selasa (22/2/2022).

 

“Besok, massa aksi hanya diperbolehkan mengirimkan 15 perwakilan paguyuban untuk difasilitasi bertemu dengan pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Jatim,” tandasnya.

 

Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dalam audiensi dengan Kapolrestabes Surabaya, Dishub Jatim, Pemprov Jatim dan Ditlantas Polda Jatim, yang berlangsung di Kantor Dishub Jatim.

 

“Dan sepakatnya, besok tidak membawa truk seperti hari ini. Artinya, mereka hanya mewakili dari kelompok masyarakat sopir karena mungkin sebagian sopir yang lainnya harus melanjutkan pekerjaan yang harus mereka kerjakan,” pungkas Kapolrestabes Surabaya. (red*)

Foto: Kapolrestabes Surabaya

No More Posts Available.

No more pages to load.