IndonesiaTangguh.com
Indonesia

Kapolda Jatim Menargetkan Jawa Timur Bisa Menjadi Kawasan Hijau di Masa Pandemi Covid

SURABAYA (IndonesiaTangguh.com) –  Selayang pandang perkembanga pandemi Covid 19, Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran menargetkan kurun waktu sebulan Provinsi Jawa Timur segera menjadi kawasan Zona Hijau. Artinya, dalan kurun waktu tersebut, Jatim dapat mengendalikan angka persebaran kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dengan indikator adanya konsistensi peningkatan jumlah kasus kesembuhan dibanding jumlah baru kasus konfirmasi postif Covid-19.

“Target kita dalam 1 bulan ke depan mudah-mudahan terjadi perubahan yang akan menjadi lebih baik,” katanya dalam Forum Analisa & Evaluasi Forkopimda Jatim di Mapolda Jatim, Selasa (21/7/2020) malam.

Melalui sinergisitas berbagai elemen masyarakat melalui komando regional Forkopimda Jatim, bahwa Kapolda Jatim akan mendorong Pemprov Jatim, untuk lebih gencarkan dalam upaya melakukan testing, tracing, dan treatment (3 T) sebagai upaya pengendalian Covid-19.

Termasuk mengoptimalkan upaya sosialisasi, edukasi, dan penegakan hukum mengenai penerapan protokol Covid-19 pada masyarakat.

“Kita harap yang merah bisa menjadi oranye dan yang oranye bisa menjadi kuning dan yang kuning menjadi hijau,” ujarnya.

Bahkan, Jenderal polisi bintang dua itu meyakini, apa yang telah diupayakan oleh Forkopimda Jatim, sejauh ini sudah sesuai dengan jalurnya (on the right track).

Selama ini, dalam penentuan konsep percepatan penanganan Covid-19, Forkopimda Jatim selalu menggunakan hasil kajian ilmiah, empiris dan rasional, berbasis data dan hasil survei pakar.

“Apa yang kita lakukan saat ini sebenarnya menggunakan basis kriteria yang digunakan oleh World Health Organization (WHO),” lanjutnya.

Berdasarkan data yang dilansir oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, melalui infocovid19.jatimprov.go.id

Per Selasa (21/7/2020), hingga pukul 16.00 WIB, jumlah kesembuhan di Jatim bertambah 348 orang, sehingga kini total jumlahnya menjadi 10.065 orang yang dinyatakan sembuh.

Kemudian, pasien baru yang terkonfirmasi positif Covid-19, bertambah  283 orang, sehingga kini total jumlahnya 18.828 orang.

Lalu, pasien yang dirawat berjumlah 7.302 orang. Selanjutnya, kasus suspek berjumlah 7.591 orang. Dan, pasien meninggal bertambah 28 orang, sehingga kini totalnya menjadi 1.461 orang.

Artinya, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jatim bisa dikatakan melebihi jumlah kasus pasien yang masih dirawat sejak 17 Juli.

Kendati demikian, Imran berharap, konsep waktu yang dicanangkan itu; satu bulan, bukan menjadi acuan baku untuk mengukur tingkat keberhasilan pemangku kebijakan dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Imran lebih memilih, acuan waktu itu, merupakan konsep bayangan bersifat imajiner dalam menjalankan manajemen kepemimpinan. “Taman diartikan nanti kalau tidak sampai 14 Hari akan gagal tidak Jangan begitu penafsirannya,” ujarnya.

“Bukan apa-apa tapi karena kita melihat proses infeksi dari sebuah virus itu kan bisa dilihat setelah proses 2 minggu,” tambahnya.

Sementara itu, Zonasi persebaran Covid-19 di seluruh kabupaten dan kota se-Jatim hari ini. Terdapat tiga kawasan yang dikategorikan sebagai Zona Merah. Yakni, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kota Pasuruan.

Kemudian, 28 kawasan dikatergorikan sebagai Zona Oranye. Yakni, Jombang, Sampang, Pamekasan, Kota Probolinggo, Trenggalek, Blitar, Malang, Jember, Sidoarjo, Bangkalan, Sumenep, Situbondo, Nganjuk, Bojonegoro, Pasuruan, Magetan, Ponorogo, Banyuwangi, Kota Kediri, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Batu, Kediri, Mojokerto, Tuban, Lamongan, Kota Blitar.

Lalu, tujuh kawasan dikategorikan sebagai Zona Kuning. Yakni, Bondowoso, Madiun, Probolinggo, Ngawi, Tulungagung, Pacitan, dan Lumajang. *

Related posts

37 Pedagang Positif Covid Pemkot Surabaya Tutup Pasar Keputran

redaksi

Kapolda Jatim Siapkan Brimob Bantu Sosialisasi Bahaya Covid-19

redaksi

KPAI Apresiasi Kapolres Madiun Tangani Anak Berkebutuhan Khusus

tri