IndonesiaTangguh.com
Hukum

Gilang “Predator Fetish Kain Jarik” Tertangkap di Kalteng

SURABAYA (IndonesiaTangguh.com) –  Akhirnya tertangkap, Gilang (22) berdomisili di  Dusun Margasari, Desa  Terusan Mulya Blok D Kiri, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, yang merupakan mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) Universitas Airlangga, Surabaya.

 

Perkembangan penanganan dugaan tindak pidana terkait kejadian viral di twitter mengenai “Predator Fetish Kain Jarik” dari akun atas nama  Mufis (@m_fikris). Kasus ini berdasar laporan polisi dengan LP/A/68/VII/Res 1.24/2020/Jatim/Restabes Surabaya tertanggal 31 Juli 2020.

“Benar sudah ditangkap koordinasi antara Polda Jatim, Polrestabes Surabaya dan Polda Kalteng, Polres Kapuas,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andika, Jumat (7/8/2020).

Gilang ditangkap oleh Tim dari Polrestabes Surabaya yang dipimpin Kanit Resmob Iptu Arif Risky. Tim SatReskrim Polres Kapuas juga terlibat dalam penangkapan.

Setelah ditangkap, Gilang langsung dibawa ke RSUD Kapuas untuk rapid test, dan hasilnya non-reaktif. Gilang akan segera diterbangkan ke Surabaya.

Gilang dicari karena munculnya pengakuan sejumlah orang di media sosial soal aksi fetish pocong yang diskenariokannya. Gilang diduga mendapat kepuasan seksual dari foto-video orang lain dibungkus kain jarik.

Apa yang dilakukan oleh tersangka  kelahiran  Kapuas, 18 April 1998 ini melibatkan 3 korban Akibatkan perbuatannya, Gilang dijerat pasal yang dipersangkakan, yakni setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/ mentransmisikan dan/ membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/ Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/ pengancaman pasal 27 ayat (4) Jo Psl 45 ayat (4) UU No. 19 Tahun 2016 ttg Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/ setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/ dokumen elektronik berisi ancaman kekerasan/menakut-nakuti ditujukan secara pribadi dijeral pasal 29 Jo Psl 45B UU No. 19 Tahun 2016 ttg Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE) dan/ perbuatan tidak menyenangkan pasal 335 KUHP.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnyu Andiko, Jumat (7/8/2020) menjelaskan, upaya yang sudah dilakukan penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang saksi  termasuk melakukan penggeledahan tempat kost terlapor Gilang di Surabaya.

Untuk menuntaskan kasus itu, penyidik juga minta bantuan ahli pidana dari Universitas Airlangga,  selain menyita barang bukti kasus itu  juga dilakukan gelar perkara. (*)

 

Related posts

Patroli “Aman Nusa II” Polda Jatim Terus Bergulir

tri

Kejati Kembalikan Berkas Pencabulan Santriwati Jombang ke Polda

redaksi

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim: “Jatim Bermasker Jatim Sehat”

tri