IndonesiaTangguh.com
Headline Indonesia

Di Pendopo Malang Jatim, Mendagri Launching 26 Juta Masker Untuk Warga Jawa Timur

MALANG ( IndonesiaTangguh.com)  – Di Tengah pandemi Covid19, Pemerintah jangan hanya memikirkan kesehatan saja, melainkan  harus memikirkan perekonomian masyarakat. Semua harus ditangani secara seimbang antara kesehatan dan ekonomi sehingga bisa berjalan beriringan.

Sementara dalam penanganan covid19 yang terjadi di Indonesia,  Pemerintah tidak bisa melakukan lockdown, karena memberlakukan lockdown itu tidak mudah karena setiap daerah atau wilayah mempunyai karakteristik berbeda beda. Dan pemerintah tidak bisa melarang menghalau orang dari dalam untuk keluar maupun orang luar masuk kedalam. Seperti halnya, warga Surabaya masuk Malang maupun malang ke Sidoarjo.

“Masyarakat kita tidak ada batasan, bagaimana kita akan melakukan karantina wilayah,” kata  Mendagri Tito Karnavian saat  launching gerakan 26 juta masker di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jmat (7/8/2020).

Saat ini harus, kata Tito,  menggunakan cara lain seperti pembatasan skala besar dan menemukan formula lain dengan jaga jarak, pakai masker, cuci tangan maupun tidak berkerumun. Namun hal itu sulit di implementasikan ke masyarakat.

“Masyarakat ini sulit untuk diajak untuk mematuhi protokol kesehatan dengan cuci tangan, pakai masker maupu jaga jarak,” tambahnya.

Penggunaan masker ini sebenarnya sangat efektif dalam pencegahan penyebaran virus corona, karena penyebaran sendiri juga bisa dari muncratan droplet. Namun masyarakat yang menggunakan masker itupun juga harus menggunakan dengan cara yang benar.

“Penggunaan masker ini sangat penting guna mencegah penularan virus korona, namun penggunaan masker juga harus dilakukan dengan cara yang benar,” lanjutnya.

Di Jawa  Timur, jumlah penduduk begitu besar, sehingga diperlukan kesungguhan dari Pemerintah pusat, Provinsi, dan Daerah harus secara bersama sama untuk menanggulangi covid19.

Saat ini sedang menuju perilaku masyarakat untuk selalu memakai masker, sehingga masyarakat di indonesia khususnya jatim bisa selesai.

“Penanganan covid19 seperti di Jatim ini tidak bisa pemerintah daerah bergerak sendiri, namun pemerintah mulai pusat,Pprovinsi dan daerah harus bersama sama bergerak,” ujarnya.

Di indonesia sendiri masih banyak masyarakat yang belum semuanya menggunakan masker. Kesadaran masyarakat masih belum sepenuhnya memahami penggunaan masker. Selain itu didukung dengan berbagai faktor, seperti masih ada masyarakat tidak mampu membeli masker, atau masyarakat masih belum memakai masker dengan benar.

“Saya sudah melakukan kunjungan di beberapa  Provinsi di Indonesia, masih banyak warga yang belum kenakan masker, namun dengan banyak faktor,” pungkasnya.

Launching  dihadiri antara lain,  Waka Polda Jawa Timur Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo (mewakili Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran), Kapolresta  Malang  Kota Kombes Leonardus Simarmata, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati/Walikota Malang Raya serta serta unsur pejabat yang lainnya.(*)

Related posts

Ketua PWNU Jatim: Sholat Idul Adha dan Sembelih Hewan Kurban Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

tri

Kapolda Jatim Potong Tumpeng di Hari Lalu Lintas ke 65 Tahun 2020

tri

Kejari Surabaya Tangkap DPO Terpidana Korupsi P2SEM

redaksi