Bahayakan Keselamatan Masyarakat Polisi Hentikan Kegiatan KAMI

oleh -112 views
Gatot Nurmantyo saat berpidato di Gedung Zabal Nur Surabaya

Surabaya (IndonesiaTangguh.com)- Kegiatan silaturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI di Gedung Zabal Nur, di Jalan Jambangan Surabaya yang dihadiri Gatot Nurmantyo kembali ditolak masyarakat. Untuk menghindari pertikaian dua kubu massa yang pro dan kontra, polisi akhirnya meminta Gatot Nurmantyo untuk turun dari panggung dan menghentikan acara.

Penghentian kegiatan KAMI di Gedung Zabal Nur Surabaya ini, dilakukan oleh Polda Jatim bersama Gugus Tugas Covid-19 Jatim, saat Gatot Nurmantyo tengah berpidato diatas panggung.

Gatot yang mengisis acara dalam kegiatan silaturahmi KAMI diminta pihak kepolisian untuk menghentikan acara karena kegiatan dilakukan ditengah oandemi Covid-19.

Penghentian oleh tim Gugus Tugas yang terdiri dari Forkompimda Jatim ini sempat mendapat protes sejumlah peserta KAMI. Meski begitu polisi tetap meminta kegiatan dihentikan karena kegiatan tidak memiliki ijin serta mendapat penolakan dari puluhan warga Surabaya.

Terkait pembubaran acara tersebut, Gatot Nurmantyo menegaskan tunduk sebagai warga negara yang taat pada aturan. Acara tersebut menurut Gatot hanya merupakan silaturahmi dengan para tokoh.

“Kami sebagai warga negara yang taat aturan, mengikuti himbauan dari polisi. Kegiatan ini hanya silaturahmi biasa,” Ujar Gatot Nurmantyo saat akan meninggalkan lokasi kegiatan.

Sementara itu, menurut Kabidhumas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, kegiatan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI yang digelar di Gedung Zabal Nur tidak mengantongi ijin keramaian dari kepolisian.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Trunoyudo Wishnu Andiko

Selain itu kegiatan Kami juga dinilai melanggar protokol kesehatan karena menggalang massa, serta tidak adanya asessement atau uji kelayakan tersedianya fasilitas kesehatan seperti masker, thermal scanner hingga layanan rapid test.

Terkait perijinan pihak panitia KAMI juga dinilai terlambat dalam pengiriman surat yang baru dilakukan pada 26 September. Padahal dalam aturan pemerintah tata cara perijinan dan pengawasan keramaian umum, penyelenggara harusnya melayangkan ijin keramaian 14 hari sebelum digelarnya kegiatan.

“Kegiatan KAMI ini telah menyalahi Inpres no 6 tahun 2020 dan Pergub no 53 tahun 2020, terkait peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian corona virus, yang menjadikan keselamatan masyarakat menjadi hukum tertinggi,” tegas Kombes Pol Trunoyudo Wishnu Andiko. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.