IndonesiaTangguh.com
Headline Indonesia Tangguh Tokoh

AKBP Eddwi Kurniyanto, Kapolres Penuh Inovasi Doyan Blusukan

“Lakukan apa yang bisa kamu perbuat untuk kebaikan, dan tinggalkan apa yang menjadi keburukanmu”. Itulah sepenggal kalimat yang selalu terucap dan ditanamkan Kapolres Madiun AKBP Eddwi Kurniyanto, yang kini genap berusia 43 tahun.

Kapolres Madiun AKBP Eddwi Kurniyanto

Surabaya (indonesiatangguh.com)- Menjadi anggota Polri merupakan dambaan sebagian besar pemuda dan pemudi diseluruh pelosok nusantara, tidak terkecuali bagi Eddwi Kurniyanto muda yang lahir pada 28 Juli 1977 di Kejapanan Gempol Kabupaten Pasuruan.

Bermula dari melihat sejumlah anggota AKABRI yang berjalan gagah, Eddwi Kurniyanto yang saat itu duduk di kelas dua SMA bercita-cita ingin menjadi anggota polisi. Selain itu, ayahnya yang juga merupakan anggota Brimob turut menjadi inspirasinya.

Dengan keinginan yang kuat kala itu, selepas lulus SMA Eddwi Kurniyanto diam-diam mendaftar ke AKPOl. Namun, keinginan itu sempat terkendala persyaratan surat keterangan dari orang tua. “Sebenarnya orang tua lebih menginginkan saya menjadi dokter. Selain kerjanya enak juga tidak berat seperti polisi,” kenang AKBP Eddwi Kurniyanto.

Setelah mampu menjelaskan dan mendapat dukungan dari orang tuanya, tahun 2000 Eddwi Kurniayanto akhirnya lulus sebagai AKPOL dengan menyandang pangkat Ispektur Dua (IPDA), dan bertugas pertama kali di Jogyakarta.

Kini, setelah hampir 20 tahun menjadi anggota polisi dan bertugas di sejumlah daerah Indonesia, AKBP Eddwi Kurniyanto telah menghasilkan sejumlah inovasi dan terobosan hingga mengantarkannya dua kali menjadi Kapolres.

Sebelum menjabat Kapolres Madiun hingga saat ini, AKBP Eddwi Kurniyanto pernah menjabat sebagai Kapolres Probolinggo. “Saya selalu siap ditugaskan dimana saja. Namun, bisa menjadi Kapolres di provinsi kelahiran merupakan suatu amanah,” ucapnya sembari senyum.

AKBP Eddwi Kurniyanto bersama keluarga

Selama menjabat kapolres Probolinggo, selain dikenal sebagai pejabat yang doyan blusukan AKBP Eddwi Kurniyanto juga dikenal dengan sejumlah inovasinya.  Diantaranya inovasi perpanjangan surat kendaraan hardtop yang dinamakan ‘Samsat Ngetop Bro’ , serta mendorong pembentukan komunitas disabilitas.

“Pembentukan komunitas disabilitas ini agar mereka tidak merasa tersisihkan, dan yang terutama mereka bisa mendapatkan hak sepenuhnya termasuk perlindungan hukum,” tegas ayah empat anak ini.

Sementara di Polres Madiun, dari berbagai inovasi yang sudah dicetuskan terdapat satu inovasi berbasis teknologi informasi yang menjadi andalan di masa pandemi covid-19, yaitu pembuatan aplikasi “MasMas” atau “Madiun Sehat Masyarakat Sejahtera”.

Aplikasi yang bisa diunduh dari “play store” ini menyediakan data sebaran ODP, PDP hingga pasien positif  covid-19 di Kabupaten Madiun. “Melalui aplikasi ini masyarakat bisa mengetahui berada di daerah mana, zona apa, serta bisa mengetahui perkembangan pasien yang sedang diisolasi,” tambahnya.

Degan berbagai inovasi dan gebrakan yang telah dicanangkan diberbagai daerah tempatnya mengabdi, Kapolres yang kini berusia 43 tahun dan hobby olah raga tersebut, mengaku masih akan terus berbuat untuk kemajuan Jawa Timur terutama untuk  Indonesia. (*)

 

 

 

 

 

 

 

Related posts

37 Pedagang Positif Covid Pemkot Surabaya Tutup Pasar Keputran

redaksi

Kapolda Jatim: Ajak Ulama dan Masyarakat di Jawa Timur Disiplin Pakai Masker

tri

Mobil Tangguh Keliling Polres Pasuruan Tekan Penyebaran Covid

redaksi